Usai kesepakatan dengan Israel, Yahudi Bahrain Hidupkan Sinagoge - bagbudig

Breaking

Monday, September 14, 2020

Usai kesepakatan dengan Israel, Yahudi Bahrain Hidupkan Sinagoge

Oleh: Emily Judd

Ketika mayoritas keluarga Yahudi di Bahrain meninggalkan negara itu setelah Perang Arab-Israel 1948, keluarga Nonoo tetap tinggal – meskipun satu-satunya sinagoge di negara itu dibakar di ibu kota Manama.

Sekarang generasi baru keluarga itu berencana untuk menghidupkan kembali sisa-sisa komunitas Yahudi yang menjadi minoritas di sana – termasuk sinagoge setelah normalisasi bersejarah antara Bahrain dan Israel.

Pemimpin komunitas, Ebrahim Nonoo, mengatakan kepada Al Arabiya “perjanjian itu mengubah segalanya.”

Terlepas dari sejarah kehadiran Yudaisme di Bahrain, belum ada seorang rabi yang aktif di negara itu selama lebih dari 40 tahun.

“Kami berharap dapat membuat sinagoge yang berfungsi dengan seorang rabi,” kata Nonoo. Ebrahim Nonoo sendiri adalah seorang pengusaha yang sebelumnya sempat menjadi orang Yahudi pertama di parlemen Bahrain.

Sinagoge Yahudi di Manama, Bahrain

Bahrain adalah rumah bagi satu-satunya komunitas Yahudi asli di Teluk, yang jumlahnya sekitar 50 hingga 60 orang.

“Saya memiliki perasaan yang kuat bahwa komunitas akan tumbuh sekarang setelah normalisasi berjalan,” kata Nonoo.

Bahrain adalah Rumah

Walaupun Nonoo dan keluarganya bisa meninggalkan negara itu kapan saja untuk menjadi warga negara Israel, namun mereka memilih untuk tetap tinggal di Bahrain, di mana mereka telah menjadi warga negara.

“Saya benar-benar menganggap diri saya seorang Bahrain. Bukan orang Bahrain yang mengajukan keberatan kepada orang Yahudi setelah tahun 1948, tapi penolakan tersebut sebagian besar berasal dari sekelompok pekerja asing di negara itu, “kata Nonoo, menambahkan bahwa kepemimpinan Bahrain selalu melindungi minoritas Yahudi.

Keputusan keluarga Nonoo untuk tinggal sampai sekarang akan memungkinkan warga Bahrain yang melarikan diri ke Israel, untuk kembali ke komunitas ketika kedua negara membuka pariwisata.

“Sekarang anak-anak Yahudi yang pulang ke Israel akan dapat kembali dan mengunjungi rumah-rumah tempat peninggalan orang tua mereka dulu,” kata Nonoo.

Sinagoge Yahudi – yang dibangun kembali pada tahun 1980-an oleh ayahnya – sekarang sedang direnovasi

“Bagi saya sebagai seorang Yahudi, akan menjadi hal yang sangat menggembirakan menjadi pemandu bagi pengunjung Yahudi dari Israel,” katanya.

Ebrahim Dahood Nonoo di Bahrain

Berakar di Manama

Pada tahun 1890-an, orang-orang Yahudi dari Irak pertama kali mulai berimigrasi ke Bahrain karena tertarik oleh peran negara tersebut dalam perdagangan internasional

Salah satu imigran tersebut adalah kakek Nonoo, salah satu dari sekitar 900 orang Yahudi di Bahrain pada tahun 1920-an

“Selama periode ini seorang Prancis membangun sinagoge untuk orang-orang Yahudi di Bahrain dan meletakkan akta itu atas nama “pengikut Musa,” menurut Nonoo.

Kurang dari tiga puluh tahun kemudian sinagoge itu digeledah dan dibakar hingga rata dengan tanah dan lembaran Taurat yang merupakan kitab suci Yahudi juga dicuri.

Menurut Nonoo, Taurat dikembalikan ke komunitas itu bertahun-tahun kemudian dalam kondisi rusak. Dia berharap dapat menggunakan teks suci itu di sinagoge yang telah dipulihkan.

Pemakaman Yahudi di Manama, Bahrain

Tahun baru, Era baru

Jumat ini akan menandai dimulainya Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashanah, tetapi Nonoo mengatakan ini terasa seperti era baru.

“Komunitas Yahudi di sini selalu merasa gembira, anak-anak kami tidak ingin tinggal di sini’ – tetapi hal ini telah mengubah segalanya,” katanya.

“Kondisi ini memungkinkan kami untuk mendidik anak-anak dalam bahasa Ibrani, memiliki komunitas dan sinagoge yang aktif,” katanya.

“Mudah-mudahan semuanya sudah siap saat Purim [hari raya perayaan Yahudi] di bulan Februari,” tambahnya.

Sumber: Al Arabiya

Terjemahan bebas Bagbudig.com

No comments:

Post a Comment