Panitia Kiamat yang Kurang Piknik - bagbudig

Breaking

Thursday, May 7, 2020

Panitia Kiamat yang Kurang Piknik

Beberapa waktu lalu sebagian umat Islam dihebohkan dengan ceramah dari beberapa oknum ustaz di Youtube tentang soal kiamat. Disebut ustaz karena mereka berbicara dan berpakaian seperti ustaz. Soal apakah mereka ustaz betulan atau sekadar “ostaz” ~ meminjam istilah Dr. Maza, mufti Perlis ~ yang jelas ramai orang percaya dengan isi ceramah mereka.

Mereka membawakan dalil. Mendedah ayat. Menganalisis hadits dan lalu membuat konklusi bahwa kiamat sudah sangat dekat. Bahkan mereka hampir-hampir bisa memastikan hari, tanggal dan bahkan jam berapa kiamat akan berlangsung.

Melalui Youtube, sebagai siaran alternatif tanpa sensor yang ketat mereka menyampaikan berbagai argumen dengan sangat meyakinkan bahwa kiamat akan terjadi sebentar lagi. Padahal tanpa mereka pun, melalui penjelasan tokoh-tokoh agama dari masa ke masa, kita sudah tahu bahwa kiamat memang sangat dekat. Bahkan Nabi pun sudah mengatakan soal itu ~ ketika ia diutus sebagai Nabi dan Rasul terakhir.

Tapi, melalui ulasan para oknum ustaz ~ yang secara tidak langsung telah memosisikan diri sebagai “panitia kiamat” ~ cerita-cerita tentang kiamat dalam konteks kekinian menjadi lebih menarik dan memikat para penonton.

Bagaimana tidak, ada oknum ustaz yang ketika menjelaskan soal kiamat ~ tampak melengkapi penjelasannya dengan tayangan video ~ yang diambil dari beberapa film ~ guna menghipnotis para penonton ~ bahwa demikianlah kiamat berlangsung.

Terkadang kita juga tergoda mendengar penjelasan mereka. Mereka menjelaskan tentang UFO, Ya’juj Ma’juj, Imam Mahdi sampai dengan konflik yang bakal terjadi di Kerajaan Saudi, dan seterusnya. Bahwa Raja Salman akan mati terbunuh. Unik, sebab hikayat serupa ini bukan saja mengalahkan tukang ramal, tapi juga sukses menyingkap aspek kegaiban ~ yang sejatinya menjadi otoritas Tuhan.

Akibatnya cerita itu pun tersebar luas. Awalnya tidak ada yang menanggapi. Mungkin karena kualitasnya dianggap lebih rendah dari dongeng sehingga diabaikan. Karena itu hikayat panitia kiamat ini pun terus tersebar dan beranak-pinak.

Di antara tafsir kiamat paling mengerikan yang dikampanyekan oknum ustaz itu adalah soal dukhan yang akan terjadi pada 15 Ramadan. Penjelasan soal ini juga panjang lebar dengan penggambaran yang cukup meyakinkan sehingga sebagian orang pun percaya.

Sampai dengan saat ini tidak ada penjelasan memadai kenapa beberapa oknum ustaz ini fokus pada persoalan kiamat dalam setiap kajiannya. Seakan-akan perbincangan dalam agama cuma soal kiamat. Hanya soal ketakutan dan kepanikan. Hampir tidak ada kabar gembira dari mereka.

Apa yang dilakukan oleh beberapa oknum ustaz ini mengingatkan kita pada Syehk Ahmad, yang mengaku sebagai penjaga kubur Nabi. Cerita ini berkembang pesat di Indonesia sejak 1970-an, sampai kemudian keluar fatwa dari MUI yang ditandatangani Hamka, bahwa cerita itu hoax.

Meskipun sempat hilang selama beberapa tahun. Pada tahun 1990an hikayat Syekh Ahmad kembali tersebar. Orang-orang kembali dilanda ketakutan dan terpaksa memperbanyak selebaran di toko-toko fotocopy agar tidak terkena musibah.

Demikianlah ketika “kebodohan” disiram dengan hikayat-hikayat ketakutan ~ yang muncul adalah kepanikan.

Namun sejauh ini belum ada konfirmasi, apakah oknum ustaz “panitia kiamat” yang populer akhir-akhir ini memiliki koneksi dengan Syehk Ahmad atau tidak. Tapi, kononnya sudah ada ralat soal dukhan di bulan Ramadan. Tidak jadi kiamat, katanya.

Karena itu, piknik memang perlu.

Ilustrasi: Akhbarona

No comments:

Post a Comment