Tahun Baru Tet dan Pembebasan Rakyat Vietnam - bagbudig

Breaking

Saturday, January 25, 2020

Tahun Baru Tet dan Pembebasan Rakyat Vietnam

Oleh: Martin L

52 tahun lalu, hari Imlek-nya Vietnam jatuh pada tanggal 30-31 Januari 1968. Di Vietnam, Imlek dikenal sebagai Tahun Baru Tet. Penentuan harinya berdasarkan kalender Cina, tapi ada kalanya jatuhnya hari Tet berbeda dengan Imlek.

Tahun Baru Tet 1968 merupakan hari bersejarah dalam perjuangan pembebasan rakyat Vietnam. Gabriel Kolko dalam “Vietnam: Anatomy of War 1945-1975” menyebutkan pada hari itu, unit-unit Sapper (pasukan berani mati) Vietcong bersama kelompok-kelompok perlawanan lokal melancarkan serangan besar-besaran secara serentak terhadap hampir semua kota penting; 36 dari 44 ibukota propinsi dan 64 dari 242 kota distrik di selatan.

Serangan ini berlangsung sampai akhir Maret 1968. Vietcong sempat memasuki Istana Presiden di Saigon. The History Channel menyebutkan Vietcong sempat menguasai Kedutaan AS selama 6 jam sebelum dipukul mundur oleh pasukan payung AS dan bantuan tembakan-tembakan dari helikopter.

Tahun Baru Tet dirancang sebagai titik permulaan penting untuk mencapai kemenangan total melawan AS. Persiapan serangan besar-besaran ini sudah disebarluaskan kepada pejabat-pejabat/pemimpin-pemimpin senior di lapangan sejak pertengahan tahun 1967.

Memanfaatkan kelengahan AS yang merasa unggul mutlak setelah melancarkan Operasi Cedar Falls dan Junction City, hampir 300.000 gerilyawan Vietcong menyusup ke selatan, bekerjasama dengan kelompok-kelompok perlawanan lokal mempersiapkan Serangan Tet.

Sebelum melancarkan Serangan Tet, pada tanggal 21 Januari 1968, dengan kekuatan besar Vietcong menyerang Khe Sanh, pangkalan militer AS paling strategis di utara. Serangan ini untuk mengalihkan perhatian AS dan Vietnam Selatan.

Biasanya menjelang Tahun Baru Tet, Vietcong dan Vietnam Selatan mengadakan gencatan senjata selama beberapa hari. Tapi kali ini serangan terhadap Khe Sanh tidak berhenti, malah bertambah gencar. AS menduga Vietcong menitik-beratkan serangannya terhadap Khe Sanh. Bala bantuan dikirimkan mempertahankan Khe Sanh. Fokus mempertahankan Khe Sanh, tentara AS dan Vietnam Selatan kehilangan kewaspadaan di kota-kota lainnya.

Secara mengejutkan, bertepatan Tahun Baru Tet, kota-kota di selatan diserbu oleh Vietcong. Meski akhirnya mundur dan menderita banyak korban jiwa, bagi Vietcong Serangan Tet menjadi simbol kemenangan politik dan psikologis.

Klaim AS yang menyatakan 80% wilayah selatan sudah aman terbantahkan. Kehadiran 525.000 tentara AS di Vietnam dan penggunaan 8 juta ton bom selama Perang Vietnam ternyata tidak mampu menghentikan perang. Semangat tempur Vietcong meningkat, sementara semangat tempur lawannya melemah.

Suar Suroso dalam “Realisasi Doktrin Truman di Asia” menyebutkan, antara 25-26 Maret 1968, dalam rapat para ahli mayoritas menyatakan kepada Presiden Lyndon B Johnson bahwa perang tidak akan dimenangkan, tujuan pemerintahan Vietnam Selatan sulit diwujudkan, AS harus mundur dari Vietnam. Di AS, penolakan rakyat terhadap Perang Vietnam meningkat.

Popularitas Johson menurun tajam sehingga dia tidak mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun 1968. Nixon, presiden terpilih kemudian melaksanakan Vietnamisasi yang kemudian dikenal sebagai “Realisasi Doktrin Nixon,” yaitu mengadakan modernisasi tentara Vietnam Selatan, pengurangan tentara AS di Vietnam, penyerahan tanggung-jawab sepenuhnya pada Vietnam Selatan mengenai semua aspek peperangan, pemerintahan, ekonomi, kepolisian dan keamanan dalam negeri.

Vietnamisasi dan perundingan tidak pernah mencapai hasil memuaskan. Perang berlanjut sampai akhir April tahun 1975 ketika tank Vietcong menerobos gerbang Istana Presiden di Saigon.

Sumber tulisan dan foto: Facebook Martin L

Diedit seperlunya oleh bagbudig.com.

No comments:

Post a Comment