Ankara Kutuk Pernyataan Pejabat Yunani dan Pembakaran Bendera Turki - bagbudig

Breaking

Saturday, July 25, 2020

Ankara Kutuk Pernyataan Pejabat Yunani dan Pembakaran Bendera Turki

Kementerian Luar Negeri Turki pada 25 Juli mengutuk pernyataan para pejabat Yunani dan juga aksi pembakaran bendera Turki di Yunani setelah pelaksanaan shalat untuk pertama kalinya dalam sembilan dekade yang digelar di Hagia Sophia, Istanbul.

“Yunani sekali lagi menunjukkan permusuhannya terhadap Islam dan Turki dengan alasan bereaksi terhadap Masjid Hagia Sophia yang dibuka untuk salat,” kata juru bicara kementerian Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan tertulis.

Lonceng gereja berdentang di seluruh Yunani pada 24 Juli ketika Presiden Turki Tayyip Erdogan mengikuti shalat di Hagia Sophia.

Dalam sebuah pesan yang menandai peringatan ke-46 Yunani untuk pemulihan demokrasi, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyebut perubahan Hagia sophia itu sebagai “penghinaan terhadap peradaban abad ke-21.”

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan mengutuk keras pernyataan bermusuhan yang dilontarkan pemerintah Yunani dan anggota parlemen mereka yang membangkitkan publik, untuk membakar bendera Turki di kota Thessaloniki, Yunani .

Hagia Sophia dibuka untuk shalat dan diubah sebagai masjid sesuai dengan kehendak rakyat Turki karena ia milik Turki seperti semua aset budaya di negara itu, tambahnya.

Hagia Sophia berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul, dan menjadi masjid dari tahun 1453 hingga 1934 – hampir 500 tahun – dan yang terbaru berubah sebagai museum selama 86 tahun.

Salah satu bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Turki oleh wisatawan domestik dan internasional, Hagia Sophia, telah dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985. Selama waktu itu Hagia Sophia berfunsgsi sebagai museum.

Pada 10 Juli, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum dan membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah vakum selama 86 tahun.
 
Sumber: Hurriyet

Terjemahan bebas Bagbudig.com

No comments:

Post a Comment