Netanyahu Terus Maju untuk Aneksasi Palestina - bagbudig

Breaking

Monday, June 8, 2020

Netanyahu Terus Maju untuk Aneksasi Palestina

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meyakinkan pemukim Israel bahwa ia akan terus melanjutkan rencana untuk mulai mencaplok bagian-bagian di Tepi Barat yang diduduki pada bulan depan, demikian dikatakan oleh seorang perwakilan pemukim pada Senin (8/6).

Netanyahu mengatakan kepada sekelompok pemimpin pemukim pada Minggu malam bahwa rencana Timur Tengah Presiden Donald Trump menyebabkab aneksasi belum diselesaikan, Oded Revivi, walikota pemukiman Efrat, mengatakan kepada The Associated Press. Tetapi Netanyahu mengatakan bahwa setelah peta final disepakati dengan Amerika, ia akan menyerahkannya kepada para pemimpin pemukim secara individu, kata Revivi.

Revivi adalah salah satu dari selusin pemimpin pemukim yang menghadiri pertemuan hari Minggu untuk mendukung upaya pencaplokan dan menawarkan penyeimbang terhadap meningkatnya kritik.

Aneksasi tanah Tepi Barat telah lama menjadi impian bagi gerakan pemukim Israel.

Meskipun secara luas dipandang sebagai rencana pro-Israel, namun beberapa pemukim telah menyuarakan keprihatinan mereka bahwa inisiatif Trump tidak cukup sukses. Mereka mencatat bahwa banyak permukiman akan diubah menjadi daerah yang terisolasi dan dikelilingi oleh wilayah Palestina. Mereka juga menolak tawaran AS untuk mengakui kenegaraan Palestina, meskipun dengan tanah yang jauh lebih kecil dan otoritas yang jauh lebih sedikit daripada yang dicari orang Palestina.

“Ini tidak menjawab semua impian kami, tetapi Anda harus menjaga perspektif ini dan melihat apa alternatifnya,” kata Revivi. “Kami memiliki kesempatan dengan presiden, perdana menteri dan iklim internasional dan kami harus merebutnya.”

Netanyahu dan banyak pendukung nasionalisnya ingin terus maju dengan aneksasi, terutama bersama Trump yang akan menghadapi harapan pemilu ulang yang goyah pada bulan November.

Calon dari Demokrat, Joe Biden, mengatakan bahwa dia menentang aneksasi.

Usulan itu juga menghadapi tentangan di Israel, di mana banyak yang khawatir bahwa aneksasi adalah langkah yang dapat mengarah pada pembentukan negara binasional tunggal bersama Palestina.

Saluran TV 13 melaporkan pada Senin malam bahwa mitra koalisi utama Netanyahu, Menteri Pertahanan Benny Gantz, memiliki keraguan tentang rencana tersebut. Laporan itu mengatakan bahwa Duta Besar AS David Friedman bertemu dengan kedua orang itu dalam upaya untuk menjembatani perbedaan mereka.

Seorang pejabat Kedutaan Besar AS, mengatakan, “pekerjaan komite pemetaan sedang berlangsung.” Pejabat itu tidak berwenang untuk berbicara kepada media dan meminta anonimitas.

Sumber: Al Arabiya

Terjemahan bebas Bagbudig.com

No comments:

Post a Comment