Palestina Kecam Rencana Pompeo Kunjungi Golan - bagbudig

Breaking

Friday, November 13, 2020

Palestina Kecam Rencana Pompeo Kunjungi Golan

Perdana menteri dan kelompok Palestina pada Jumat (12/11) mengecam rencana Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk mengunjungi Dataran Tinggi Golan dan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki minggu depan.

“Rencana Pompeo untuk mengunjungi permukiman Yahudi adalah upaya yang berbahaya. Itu bertentangan dengan hukum internasional dan konvensi PBB,” menurut pernyataan dari kantor Perdana Menteri Muhammad Shtayyeh.

Kunjungan itu bertujuan untuk melegitimasi permukiman Israel dan kegiatan ekspansinya di Tepi Barat, Shtayyeh menekankan.

Juru Bicara Hamas Hazim Qasim mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa langkah yang direncanakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah AS melanggar semua hukum dan kebiasaan internasional.

[Lazada Program] Tripod Spider Flexible Mini Tripot Hp Handphone Camera Kamera Support semua Hp | Penyanggah HP | Stand HP | Gurita Handphone | Tempat HP Berdiri | Penahan HP | Stand HP | Dudukan Handphone Berdiri Buat Pegangan HP | Pegangan HP Tik Tok
Rp. 17. 900

Juru bicara Gerakan Jihad Islam Dawoud Shihab, pada bagiannya, mengatakan kunjungan Pompeo adalah tindakan bermusuhan untuk mengkonsolidasikan pendudukan Israel di tanah Palestina dan Dataran Tinggi Golan.

Kunjungan Pompeo bertujuan untuk melegalkan kebijakan pemukiman ilegal Israel dan menunjukkan dukungan pemerintah AS kepada Israel dalam hal ini, kata anggota Front Populer untuk Komite Sentral Pembebasan Palestina Maher Mezher kepada Anadolu Agency.

Presiden AS Donald Trump telah mencoba untuk meningkatkan ketegangan politik di kawasan bahkan di hari-hari terakhir kepresidenannya, Mezher menggarisbawahi.

Pompeo berencana untuk mengunjungi Dataran Tinggi Golan dan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki minggu depan dalam apa yang akan menjadi langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kedua kunjungan tersebut akan menjadi yang pertama bagi seorang menteri luar negeri AS, situs berita Axios melaporkan Kamis.

Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan telah diperlakukan sebagai wilayah pendudukan oleh semua pemimpin AS sejak 1967.

Israel secara sepihak mencaplok Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981, sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. Namun, pada Maret 2019, pemerintahan Trump mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel.

Diplomat top itu akan mendarat di Israel pada hari Rabu dan diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat lainnya, menurut Axios.

Perjalanan itu bertujuan untuk menyoroti perubahan kebijakan pemerintahan Trump di Israel, tambahnya.

Sumber: Anadolu Agency

Terjemahan bebas Bagbudig

No comments:

Post a Comment